Akhir Pilkada Jakarta 2017

akhir_pilkada2017_jakarta

Pilkada Jakarta sejak 2012 membawa antusiasme tersendiri bagi saya. Saya ingat dengan jelas bahwa pada tahun 2012 juga dilaksanakan Pilkada DKI Jakarta dengan salah satu paslonnya adalah Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama. Berbeda dengan Pilkada sebelumnya yang terlihat biasa saja, Pilkada tahun 2012 ini membawa warna berbeda bagi Jakarta karena prestasi yang pernah diraih oleh paslon Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama di daerah yang pernah mereka pimpin sebelumnya. Saya ingat dengan jelas saya begitu tertarik kedua orang paslon ini dengan cara mereka mengurangi korupsi, pungli dan perbaikan tata pemerintahan di Solo dan Belitung Timur. Pilkada 2017 ini kembali membawa antusiasme dan daya tarik bagi saya, karena Ahok sebagai incumbent kembali mencalonkan diri. Berbagai hal menghiasi pilkada 2017 ini.

Isu SARA

Bagi mereka yang berakal sehat, tentu menyadari isu SARA memiliki peran di pilkada ini. Khusus nya setelah ucapan Ahok di Kepulauan Seribu, ini menjadi momentum yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang kontra dengan Ahok untuk menjatuhkannya. Bahkan hingga penggunaan tangan hukum dan pengerahan massa pun dilakukan dengan berbagai aksi demo. Setelah beredar nya video pidato Ahok di Kepulauan Seribu sebenarnya saya sudah menduga akan indikasi penghembusan isu SARA untuk merusak citra Ahok. Saya menduga pilkada kali ini akan cukup berat dimenangkan oleh Ahok. Namun, demi menjaga perasaan rekan-rekan saya tidak banyak berbicara mengenai hal ini.

Mengapa saya bisa menduga demikian ? Bagi setiap orang yang berakal sehat, pasti akan menyadari bahwa berbagai hal di Indonesia ini masih dipengaruhi oleh isu SARA, khusus nya dalam hal pemilu atau pilkada. Contohnya, dalam kerusuhan 1998 isu SARA menjadi salah satu polemik tersendiri karena mayoritas korban kerusuhan adalah kalangan minoritas, begitupun dengan pilkada. Jika kita memperhatikan dengan seksama pilkada di berbagai daerah seringkali tidak hanya dipengaruhi oleh prestasi para calon namun SARA pun menjadi pertimbangan bagi sebagian kalangan orang untuk memilih calonnya.

Bahkan saat Jokowi dan Ahok maju dalam Pilkada 2012 pun berbagai isu sara sudah beredar di Jakarta. Rumah saya sempat menerima surat berbentuk lembaran himbauan agar memilih pemimpin pasangan muslim di Pilkada 2012. Tentu ini saya tulis bukan sebagai provokasi namun sebagai realita yang tidak boleh ditutupi.

Jasa Besar Ahok Bagi Jakarta

Mau menerima atau tidak, setiap orang yang berakal sehat harus mengakui bahwa Ahok membawa perubahan yang sangat drastis bagi Jakarta. Banyak rencana pengembangan Jakarta dari Gubernur sebelumnya yang belum juga dilaksanakan, hanya sekedar wacana berhasil dilaksanakan oleh Jokowi dan Ahok selama memimpin Jakarta.

Saya sebagai warga Jakarta merasakan sendiri berbagai hal yang seumur hidup saya, orang tua saya dan kakek nenek saya belum pernah rasakan selama hidup di Jakarta terkait pelayanan masyarakat.

 

Pelayanan Kesehatan Yang Lebih Baik

November 2012, saya ingat dengan baik bagaimana adik saya mengalami kecelakaan ditabrak lari orang. Saat itu saya kehabisan uang untuk mengurus adik saya berobat, yang diperkirakan pengobatan memerlukan waktu berbulan-bulan. Tahun 2012 ini Jokowi dan Ahok telah memimpin Jakarta. Bermodal nomor SMS Center yang ditempel di salah satu rumah makan di Jakarta, saya mencoba mengirimkan SMS untuk meminta bantuan mengenai pengobatan adik saya. Hasilnya, tidak saya duga ternyata beberapa hari kemudian saya menerima telpon dari Dinas Kesehatan Jakarta yang menyatakan akan membantu pengobatan dan menghubungkan saya dengan salah satu RSUD terdekat. Meskipun memang akhirnya saya tidak melanjutkan pengobatan di RSUD tersebut karena pelayanannya yang sangat mengecewakan, yaitu saya dimarahi oleh dokter bedah mulutnya karena banyak bertanya mengenai kondisi adik saya. Saya merasa Jakarta mulai berubah.

Perbaikan Jalan yang Diproses Dengan Cepat

Setelah sekian lama saya mengirimkan SMS untuk meminta bantuan pengobatan adik saya, saya kembali mencoba mengirimkan SMS meminta perbaikan jalan di sekitar Jalan Lodan Raya dan Cengkareng. Ternyata ini pun didengar dan berselang beberapa hari, jalanan yang rusak diperbaiki

Mudahnya Mengurus Administrasi Kependudukan

Jika ada sudah berkeluarga dan memiliki anak anda pasti tahu bagaimana pelayanan administrasi kependudukan di Jakarta. Contoh yang paling mudah saja dalam hal pengurusan KTP. Sekitar 2 minggu setelah adik saya kecelakaan, saya kembali ditimpa kejadian burung, tempat kos saya kemalingan. Dompet yang berisi berbagai surat raib. Saya harus mengurus KTP, SIM dan kartu ATM saya. Saya cukup terkesima dengan pengurusan KTP yang hanya membutuhkan waktu 3 hari kerja dan tanpa biaya alias gratis.

Pengurusan KTP yang sangat cepat ini sangat berlawanan dengan masa-masa sebelumnya dimana Jokowi dan Ahok belum memimpin Jakarta. Untuk mengurus KTP baru saja (adik saya baru berumur 17 tahun) perlu mengeluarkan biaya minimal Rp 350.000 dengan proses pembuatan berminggu-minggu, yang umumnya sekitar 2-3 bulan paling cepat baru selesai. Inipun saya sudah mendapat bantuan dari seorang rekan saya yang bekerja di Kelurahan. Saya tidak tahu jika saya tidak mendapat bantuan rekan saya, mungkin sebelum Jokowi dan Ahok memimpin Jakarta perlu waktu yang lebih lama hanya untuk memiliki KTP Jakarta.

Tahun 2016 saya kembali harus berurusan dengan administrasi kependudukan Jakarta, karena di tahun ini saya menikah. Saya harus mengurus KTP istri saya untuk dipindahkan ke alamat saya, mengurus KK yang baru dan mengurus Akta Pernikahan.

Hal baru yang cukup memuaskan adalah dalam hal pengurusan KTP dan Akta Pernikahan kami. Istri saya sempat mengalami kendala saat membutuhkan tanda tangan Lurah di alamat yang sebelumnya, saat itu Lurah tidak sedang berada di kantor Kelurahan. Namun, dengan sigap pengawai Kelurahan menghubungi Lurah tersebut dan memanggilnya pulang. Suatu hal yang belum pernah saya lihat sebelumnya di jakarta.

Dalam mengurus Akta Pernikahan pun tidak ada biaya yang kami keluarkan, bahkan hanya sekedar menerima tanda terima kasih pun, petugas Catatan Sipil tidak berani menerimanya dengan alasan sudah mendapat ultimatum agar melayani warga dengan baik tanpa mau menerima imbalan apapun dari warga.

Masih ada banyak perubahan lain di Jakarta yang sangat terasa setelah Ahok menjadi Gubernur Jakarta. Jika anda penduduk Jakarta, anda pasti merasakannya.

Sebelum Ahok memerintah Jakarta, pernahkah anda mengalami hal demikian ?
Mengapa perubahan baik yang begitu pesat ini hanya dialami di Jaman Ahok ?
Bukankah hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja ?

Hasil Pilkada 2017

Hari ini tanggal 19 April 2017, saya menulis topik yang belum pernah sama sekali saya tulis, yaitu berkaitan dengan politik. Dalam Quick Count yang bersumber dari situs Kompas.com pada pukul 18.39 WIB Anies-Sandi unggul dengan persentase 58%, sedangkan Ahok-Djarot 42%.

Sebenarnya saya cukup kecewa dengan hasil ini, melihat kinerja yang sudah sangat baik dari Ahok memimpin Jakarta. Saya berharap Jakarta bisa menjadi lebih baik lagi. Kalijodo yang dulunya sarang prostitusi menjadi ruang terbuka yang nyaman bagi berbagai kalangan (baik anak-anak, remaja maupun dewasa) , daerah kumuh dipindahkan ke rusunawa yang lebih tertata rapih, pelayanan masyarakat yang lebih baik dan lainnya.

Terima kasih Pak Ahok untuk kinerja dan perannya di Indonesia. Terbukti selama Ahok dan Jokowi mulai dikenal di Indonesia banyak perubahan pola berpikir dan paradigma rakyat Indonesia berubah menjadi lebih baik dalam hal perpolitikan di Indonesia.

Mari kita lihat, pasangan baru Gubernur Jakarta dalam memenuhi janjinya. Akankah lebih baik dari kepemimpinan Ahok ?

Mari menjadi saksi sejarah…

 

Referensi :

Basuki Tjahaja Purnama. Diakses 19 April 2017 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Tjahaja_Purnama

Ahok, Insinyur Geologi yang Sukses Ubah Belitung Timur. (20 September 2012). http://www.solopos.com/2012/09/20/pilgub-jakarta-ahok-insinyur-geologi-yang-sukses-ubah-belitung-timur-331000

Pidato di Kepulauan Seribu dan hari-hari hingga Ahok menjadi tersangka. 17 November 2016. http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-37996601

Ahok Pidato Soal Al-Maidah, Warga Pulau Pramuka Tepuk Tangan. 24 Januari 2017. http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170124165601-12-188611/ahok-pidato-soal-al-maidah-warga-pulau-pramuka-tepuk-tangan/

PILKADA DKI 2017 Putaran Kedua. http://pilkada.kompas.com/dki/

Aksi 212: Usai Jokowi bicara Rizieq Shihab langsung serukan tangkap Ahok. (2 Desember 2016). http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38178840

Aksi 313 Tuntut Ahok Diberhentikan. (30 Maret 2017). http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/30/13121951/aksi.313.tuntut.ahok.diberhentikan