Beli Apartemen atau Rusunami ?

Jika anda tinggal di Jakarta, saat ini pemerintah Jakarta sedang gencar membangun RUSUNAMI (Rumah Susun Sederhana Milik) oleh karena semakin tinggi-nya harga tanah di Jakarta dan semakin sedikit-nya lahan tanah yang dapat dibangun menjadi rumah.

Pemprov Jakarta bekerjasama dengan PT Perumnas untuk membangun berbagai rusunami di berbagai daerah. Hingga saat ini sudah ada 2 rusun yang terkenal di Jakarta, yaitu City Park, di Cengkareng, Jakarta Barat dan Bandar Kemayoran. Lalu bagaimana kenyamanan nya ? Tulisan ini saya buat sebagai bahan perbandingan dan pertimbangan jika anda ingin membeli RUSUNAMI atau Apartemen. Tentunya tulisan ini dari hasil pengalaman saya sendiri dan hasil kunjungan ke saudara dan teman-teman saya yang tinggal di Apartemen dan RUSUNAMI.

Kualitas Bangunan

Sejauh ini saya membandingkan kualitas bangunan RUSUNAMI dengan Apartemen (tingkat menengah ke bawah). Beberapa parameter yang saya bandingkan adalah seperti ketebalan tembok, kualitas keramik yang digunakan, dan bahan-bahan bangunan. Saat artikel ini ditulis, saya melakukan perbandingan antara RUSUNAMI seharga di bawah Rp 300 juta dengan Apartemen seharga di bawah Rp 500juta rupiah. Saya melihat rusunami seperti City Park kondisi bangunan sudah banyak yang rusak dan tidak diperbaiki, misalnya liftnya, temboknya yang sudah kotor. Di rusunami City Garden meskipun baru selesai dibangun 2011 beberapa bagian unitnya pun memperlihatkan tembok yang retak-retak, beberapa bagian tembok yang pecah dan rontok.

Fasilitas – Fasilitas

Fasilitas – fasilitas saat ini menjadi sebuah pertimbangan juga bagi setiap orang. Anda juga begitu bukan ?

Kolam Renang

Jika di Apartemen memiliki fasilitas kolam renang, di RUSUNAMI pun saat ini sudah memiliki kolam renang. Hanya saja saya menyayangkan, pemeliharaan kolam renang di RUSUNAMI kurang memuaskan. Sering kali saya melihat air di kolam renang RUSUNAMI kurang bersih dan bahkan ada penghuni RUSUNAMI yang mengeluhkan gatal setelah berenang. Berbeda dengan kolam renang di Apartemen yang selalu terlihat bersih.

Areal Parkir

Sebagian besar Apartemen di Jakarta memiliki areal parkir tidak hanya sekedar di sekitar jalan Apartemen, ada juga yang memiliki areal parkir dalam gedung, seperti basement parkir, beberapa lantai tertentu untuk parkir dan sebagainya. Saya membandingkan dengan RUSUNAMI, misalnya saja RUSUNAMI City Park. Di RUSUNAMI City Park, jangan-kan untuk memarkir mobil, untuk memarkirkan motor anda saja, anda perlu usaha ekstra. Anda harus menggeser-geser motor penghuni lainnya, mencari dimana ada ruang parkir kosong tersedia.

Saya tidak paham bagaimana cara PT Perumnas memikirkan kenyamanan para penghuninya. Meskipun RUSUNAMI selalu diperuntukan untuk kalangan berpenghasilan menengah ke bawah. Namun, setiap penghuni RUSUNAMI memiliki kemungkinan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik ke depannya. Bisa saja pada saat si pembeli RUSUNAMI membeli unit RUSUNAMI, ia masih berpenghasilan pas – pasan dan hanya mampu memiliki sebuah motor. Namun, ternyata setelah 5 tahun si pemilik RUSUNAMI sudah mampu membeli tambahan kendaraan. Misalnya saja, si penghuni membeli 1 motor dan 1 mobil setelah 5 tahun unit RUSUNAMI dibeli. Kalau sudah begini, areal parkir pasti tidak akan mencukupi lagi bagi seluruh penghuni RUSUNAMI. Saat areal parkir sudah tidak mencukupi untuk seluruh penghuni, sudah pasti sebagai penghuni harus mencari areal parkir berbayar lainnya. Seperti yang terjadi di City Park, dimana para penghuni rusun yang telah memiliki mobil harus membayar biaya parkir di luar areal RUSUNAMI dengan biaya berkisar Rp 300.000 hingga Rp 450.000 per bulan.

Lift

Lift pada Apartemen dan RUSUNAMI akan jelas terlihat perbedaannya saat usia bangunan sudah melebihi 5 tahun. Pada Apartemen, lift-nya masih terlihat terpelihara dengan baik. Pada RUSUNAMI, meskipun tetap berfungsi tapi terlihat kotor. Bahkan, seringkali lift di RUSUNAMI sebagian di non-aktifkan padahal lift tidak rusak. Untuk menghemat listrik kah ? Sehingga sering para penghuni RUSUNAMI harus antri menggunakan lift. Jika anda tinggal di lantai 5 ke bawah mungkin anda bisa menggunakan tangga untuk turun. Namun, bagaimana jika anda tinggal di lantai 10 ke atas ? Naik turun tangga untuk mencapai lantai dasar bukan sebuah pengalaman yang menyenangkan. Lift pada RUSUNAMI pun tidak memiliki sensor, beberapa kali saya melihat ada pengguna lift yang hampir terjepit oleh lift di RUSUNAMI karena tidak ada sensornya.

Keamanan

Di Apartemen dan RUSUNAMI saat ini sudah menggunakan CCTV untuk memonitor keamanan. Namun, seperti halnya lift, setelah beberapa tahun lift di RUSUNAMI satu per satu akan rusak dan dibiarkan begitu saja. Hanya beberapa CCTV saja yang masih dirawat dan diaktifkan. Biasanya hanya pada pintu masuk dan keluar. Ini pemandangan yang berbeda di Apartemen. Di Apartemen, jika CCTV nya rusak pihak pengelola melakukan perbaikan. Meskipun sebagian pengelola Apartemen menengah ke bawah menggunakan kamera CCTV ber-resolusi rendah. Setidaknya masih ada pengawasan lebih baik meskipun belum sepenuhnya memuaskan.

Biaya Pemeliharaan

Dari segi biaya pemeliharaan, perbedaan biaya maintenance dengan RUSUNAMI tentu berbeda. Apartemen tentu selalu lebih tinggi ketimbang RUSUNAMI. Misalnya saja di City Park biaya maintenance nya sekitar Rp 300.000 per bulan, di RUSUNAMI lainnya (City Garden) sekitar Rp 363.000 per bulan. Pada apartemen biayanya berkisar Rp 550.000 hingga Rp 800.000.

Harga Pembelian

Harga pembelian juga harus anda pertimbangkan, karena ini mengenai kemampuan anda dalam melakukan pembayaran. RUSUNAMI tentu lebih murah ketimbang Apartemen swasta. Jika anda hendak tinggal di RUSUNAMI hanya untuk sementara (dalam kurun beberapa tahun tertentu) oleh karena alasan keterbatasan dana. RUSUNAMI bisa menjadi solusi. Tapi untuk tinggal permanen, pertimbangkan kenyamanan anda dan keluarga.

* data-data biaya tulisan ini saya peroleh pada saat artikel ditulis yaitu di bulan Februari-Maret 2016