Kisah Misteri Dibalik Tenggelamnya Titanic

Kapal Titanic yang terkenal sebagai salah satu tragedi besar kapal pesiar dunia, hingga kini masih menyisakan misteri mengenai penyebab tenggelamnya. Berbagai kisah simpang siur pun beredar.

Kapal yang dioperasikan oleh White Star Line, Titanic, tenggelam setelah mengalami kerusakan akibat menabrak gunung es di Newfoundland pada 15 April 1912. Dalam tragedi itu, sekitar 1.514 dari 2.224 penumpangnya meninggal.

Ada berbagai cerita mistis yang dikaitkan dengan tenggelamnya kapal titanic, seperti fenomena alam maupun kisah magis.

 

Kutukan Mumi

Konon, saat pelayaran perdana dan terakhirnya, Titanic membawa barang kargo yang salah satu di antaranya adalah sebuah mumi yang dikenal sebagai ‘The Unlucky Mummy’ yang memiliki reputasi mengerikan: pembawa sial.

Mumi Mesir Kuno tersebut dikabarkan disimpan dalam sebuah peti batu atau sarkofagus. Ia disegel dengan kutukan-kutukan mengerikan. Menurut sejumlah rumor, mumi tersebut disebut-sebut yang membuat Titanic mengalami pelayaran yang tragis.

Mumi tersebut berasal dari jasad seorang putri yang diawetkan dari Kerajaan Mesir Kuno yang bernama Amen-Ra, yang diduga tewas secara misterius pada tahun 1500 sebelum masehi.

Kisah ini sempat masuk dalam pemberitaan di berbagai media pasca tenggelamnya Titanic, disebutkan bahwa mumi tersebut disimpan di ruang bawah tanah rahasia di British Museum. Sedangkan mumi yang dipajang di museum saat ini hanyalah replikanya untuk melindungi para staf dan pengunjung.

Seorang ahli Mesir Kuno dari Amerika Serikat lah yang menemukan bahwa peti batu yang dipajang di museum Inggris itu palsu belaka. Ia yang membujuk pihak museum agar ia dapat membeli artefak itu untuk dibawa ke Amerika Serikat dengan menumpang kapal Titanic.

unlucky-mummy

“Bungkusan berisi mumi tersebut harus diangkut ke dalam kapal diam-diam, karena bentuknya yang mirip peti mati,” demikian kutipan yang dimuat koran kuno Milwaukee Journal pada 10 Mei 1914.

Meski begitu banyak orang meragukan kisah tersebut. Karena meskipun Titanic mengangkut berbagai barang yang tidak biasa seperti bulu-bulu binatang, tidak ada petunjuk akan keberadaan mumi di dalam kapal Titanic. Keraguan inipun didukung oleh manifes kargo dan penilaian sejumlah ahli.

Selain itu, Amen-Ra sebenarnya adalah nama dewa Mesir Kuno. ‘Unlucky Mummy’ yang terkenal sebenarnya hanyalah penutup peti mati dan tidak berisi mumi. Lagipula, artefak tersebut tak pernah meninggalkan British Museum hingga saat ini.

 

Telah Diramalkan di Buku Wreck of Titan

Secara kebetulan, tragedi tenggelamnya kapal Titanic telah dikisahkan dalam sebuah buku berjudul Futility atau disebut Wreck of the Titan. Sang penulis, Morgan Robertson menerbitkan buku tersebut pada 1898, 14 tahun sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Kapal yang diceritakan di dalam buku tersebut bernama Titan, hanya berbeda dua huruf dari Titanic. Di dalam buku tersebut diceritakan bahwa bagian depan Kapal Titan menabrak gunung es pada malam hari di bulan April. Cerita tersebut sama persis dengan kejadian yang dialami Titanic.

wreck-of-titan

Di buku tersebut juga diceritakan bahwa Titan tenggelam sekitar 643,7 kilometer dari Newfoundland, lokasi yang sama ketika Titanic karam.

Peristiwa Titanic terjadi 14 tahun setelah buku Futility terbit, hingga tidak sedikit orang mengaitkan tragedi Titanic dengan buku Futility. Bahkan sebagaian orang sempat mengira bahwa penulis buku itu merupakan peramal.

Namun Robertson yang menulis buku tersebut mengaku bahwa cerita yang dibuatnya murni dibuat dengan pengetahuannya di bidang kemaritiman dan perkapalan. Ia pun menegaskan bahwa kemiripan itu murni kebetulan.

 

Fenomena Alam SuperMoon

Hal lain yang dikaitkan dengan tragedi Titanic adalah fenomena alam supermoon. Supermoon adalah suatu waktu bulan purnama berada pada jarak terdekat dengan Bumi.

 

Menurut penjelasan astronom dari Texas State University, David Olson dan Russell Doescher, yang dimuat dalam majalah Sky & Telescope edisi April 2012, supermoon tersebut bertepatan dengan pasang purnama dan perihelion Bumi (perihelion = titik di mana planet manusia berada dalam jarak terdekatnya dengan Matahari) yang terjadi pada 4 Januari 1912.

supermoon

Dituliskan juga di Live Science, peristiwa peristiwa supermoon menyebabkan pasang surut ekstrem yang mampu memecahkan sejumlah gunung es dan melemparkannya ke arus laut. Salah satunya di selatan Newfoundland, lokasi kejadian tenggelamnya Titanic.

Jika perhitungan dua tersebut astronom tepat, maka 4 Januari 1912 adalah malam yang luar biasa. Pertama, Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi dalam kurun 1.400 tahun. Peristiwa itu terjadi 6 menit dari waktu purnama.

Selain itu, Bulan dan Matahari yang selaras malam itu menyebabkan tarikan gravitasi kedua benda langit itu bergabung dan Bumi sebagai imbasnya. Hal tersebut menyebabkan gelombang pasang yang ketinggiannya abnormal atau ‘spring tide’.

Dan terakhir, perihelion bumi yang terjadi sehari sebelumnya membuat tarikan gravitasi matahari di Bumi luar biasa kuat malam itu.

Meski demikian, teori ini dibantah ilmuwan lain. Dua astronom tersebut dianggap mengada-ada karena menyimpulkan bahwa gelombang tinggi selama beberapa jam yang diakibatkan fenomena itu, memiliki efek dramatis hingga lebih dari 3 bulan sesudahnya, yakni saat Titanic karam pada 15 April 1912.

 

Penampakan Wajah Iblis

Titanic memiliki 4 buang cerobong asap, namun cerobong asap ke empat kapal tersebut sebenarnya hanya ‘hiasan’. Tiga cerobong memang  terhubung dengan tungku di bawahnya, tapi yang ke empat hanya berfungsi sebagai ventilasi dan agar kapal tampak lebih simetris.

Namun, cerobong keempat sempat menyebabkan kontroversi meresahkan saat Titanic meninggalkan Queenstown, Irlandia. Saat penumpang naik ke kapal Titanic sebagian dari mereka melihat sesuatu mengerikan dari cerobong, yakni wajah gelap.

Dilansir dari Stranger Dimensions, beberapa di antara mereka menganggapnya sebagai iblis. Bahkan, salah seorang penumpang diduga menolak untuk naik kapal.

Padahal setelah ditelusuri ‘wajah gelap’ tersebut adalah salah satu pekerja kapal di bagian tungku yang sepertinya sedang memanjat melalui cerobong keempat untuk mencari udara segar. Wajahnya saat itu diselimuti oleh debu batu bara.

Karena tak ada orang yang tahu bahwa cerobong itu hanya hiasan, isu wajah iblis ini sempat menggemparkan.

 

Penentangan Terhadap Tuhan

Sempat beredar isu, bahwa nomor lambung Titanic (3909-04) menunjukkan sebuah “pesan anti-Katolik”, yang jika dilihat di cermin akan terbaca “No Pope – tidak ada paus”, namun mitos ini terbantahkan sebab nomor lambung Titanic bukan 3909-04.
Tidak Ada Prosesi Sampanye

Mitos lain yang tidak kalah konyol adalah karena pada pengoperasian pertama Titanic tidak ada upacara pemecahan sampanye ke badan kapal. Namun, sebuah film dokumenter “A Night to Remember” memperlihatkan adanya prosesi pemecahan botol sampanye.

 

Sumber :

‘Kutukan’ Mumi hingga Wajah ‘Iblis’, Ini 5 Kisah Mistis Titanic. 19 Okt 2016. MSN / Liputan6.