Teknologi Chip Implan di Tubuh Manusia

Saat ini teknologi berkembang sangat pesat, terutama dalam hal komputasi. Seiring perkembangan teknologi, ada juga resiko yang muncul karenanya. Salah satu resiko yang umum adalah keamanan pada teknologi keuangan seperti kartu kredit, kartu ATM, internet banking dan lainnya. Para peneliti pun berusaha menciptakan teknologi baru yang memberikan keamanan semaksimal mungkin.

Teknologi yang saat ini sudah digunakan dan sedang diusahakan distribusinya adalah teknologi chip implan yang ditanamkan di tubuh manusia. Rencananya chip ini akan digunakan untuk menggantikan kartu kredit masa kini yang berbentuk kartu dengan chip, maupun kartu atm magnetic strip.

Chip ini dikembangkan lebih lanjut oleh BioNyfiken sejak 2013, terbuat dari kaca, berukuran sebesar butir beras dan sudah diujicoba ditanamkan di dalam tubuh manusia pada tahun 2014. Untuk penggunaan chip ini, chip harus ditanamkan pada tubuh manusia di bagian tangan, tepatnya di antara ibu jari dan jari telunjuk.

Chip ini juga sudah dikembangkan lebih lanjut oleh Kasperski, sebuah perusahaan keamanan internet terkemuka yang umumnya dikenal sebagai pengembang antivirus komputer.  Pada ajang IFA 2015, chip ini sempat diperkenalkan di Berlin, Jerman.

Setelah sukses diperkenalkan di Berlin, Jerman dalam ajang IFA 2015, para petinggi Kaspersky yang terdiri dari Sergey Lozhkin, Rainer Bock, dan pendiri BioNyfiken, Hannes Sjoblad, Kaspersky Lab kembali memperkenalkan inovasinya tersebut di acara Cyber Security Summit Apac 2015 di Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.

teknologi-chip-implan-b

Keunggulan chip implan

Ada 2 keunggulan utama yang diumumkan mengenai chip implan ini :

  1. Tanpa Rasa Sakit
    Meskipun ditanamkan di dalam tubuh manusia, para pengembang teknologi ini mengklaim bahwa pemasangan chip di tubuh manusia ini tanpa rasa sakit. Waktu pemasangannya pun relatif singkat, hanya sekitar 1 menit. Chip ini kini telah digunakan oleh ratusan orang.Dengan menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC) dengan spesifikasi 2×2 mm glass-encapsuled passive 13.56 MHz NTAG216 Chip. Chip ini dapat berkomunikasi dengan alat apapun yang memanfaatkan teknologi NFC.
  2. Sebagai Alat Pemindai
    Rainer Bock, Corporate Communications Kaspersky, sebuah perusahaan produsen antivirus dari Rusia telah mengujicoba chip ini pada tubuhnya dan menggunakannya sebagai pemindai. Rainer mendemonstrasikan chip ini dengan membuka layar handphonenya hanya dengan mendekatkan tangannya yang sudah diimplan chip ini.Rainer meyakinkan bahwa chip ini dapat menggantikan fungsi kertas dan alat pengenal lainnya di masa depan. Dijual seharga US $ 90, chip ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kartu nama berbentuk digital.Ke depannya, para pengembang mengusahakan agar chip ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat untuk memonitor kesehatan, hingga sebagai pengganti password email.

Asal Muasal dan Perkembangan Teknologi Chip Implan

Teknologi chip ini menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification). Secara umum, teknologi RFID ini terdiri dari 2 bagian utama, yaitu transponder dan detector. Transponder sebagai alat pengirim data, dan detector sebagai alat yang menerima data, membaca dan memodifikasi data.

Chip ini pertama kali digunakan oleh Kevin Marwick pada tahun 1998. Marwick menggunakan chip ini sebagai alat untuk memonitor pergerakannya di University of Reading, tempat nya mengajar. Ia juga menggunakan chip ini sebagai kunci akses untuk membuka pintu. Marwick menggunakan chip tersebut selama 9 hari hingga akhirnya chip dicabut dari lengan Marwick.

Menggantikan Barcode ?

Ada isu yang beredar bahwa RFID chip ini akan menggantikan barcode yang saat ini banyak digunakan. Namun, jika dibandingkan dari segi biaya, harga barcode yang hanya sekitar US 0,01 (sekitar Rp 137) dibandingkan dengan RFID yang seharga US $ 0,2 (sekitar Rp 2600) selisih nya cukup lumayan. Mungkinkan akan terjadi peralihan dari barcode ke RFID ? Tidak dapat dipastikan. Tentu persoalan biaya akan jadi pertimbangan.

Keamanan Data di RFID

Tidak sedikit yang mengkhawatirkan bahwa data di RFID dapat dengan mudah dicuri, karena untuk mengakses data cukup mendekatkan sensor detector RFID ke perangkat RFID. Namun, untuk sensor detector RFID diperlukan jarak yang benar-benar dekat. Jadi, jika tidak ada alat detector yang menempel ke RFID chip anda, maka akan aman-aman saja. Pencurian data oleh hacker dengan melalui frekuensi pun tidak akan mudah, sebab tiap produsen membuat frekuensi berbeda.

RFID Sebagai Alat Pelacak

RFID disinyalir juga akan menjadi alat pelacak bagi warga yang melakukan kejahatan. Namun, sepertinya jika RFID ini akan menjadi alat pelacak, RFID tidak akan bekerja dengan baik. Sebab sinyal RFID ini akan mudah dikelabui dengan menggunakan kertas timah.

Mungkinkan chip implan RFID ini akan menjadi cikal bakal chip 666 ?

Semoga informasi mengenai chip implan RFID ini berguna…

Sumber :
5 Fakta Teknologi Chip Implan di Manusia. 26 Nov 2015. Oleh : Agustinus Mario Damar. Liputan6.
Chip Implan Datang, Selamat Tinggal Kartu Gesek. 24 Nov 2015. Oleh : Rinaldo. Liputan6.