Tag Archives: Investasi Saham

GGRM

Dividen Saham GGRM Rp 2600 (Senilai 5 triliun)

GGRM

Berdasarkan RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) Gudang Garam Tbk (GGRM) yang dilakukan 26 Juni 2016 di Kilisuci Ballrom, Grand Surya Hotel, Jalan Dhoho No. 95, Kediri, Jawa Timur mulai pukul 09.00 WIB. Gudang Garam Tbk memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp2600 per lembar saham senilai Rp5 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, laba bersih GGRM naik tipis dan hanya membukukan pertumbuhan laba bersih 0,52% menjadi Rp 7,79 triliun.

Pada 2017, laba GGRM tercatat sebesar Rp 7,75 triliun. Dibandingkan dengan tahun 2017, pendapatan GGRM per 2018 naik 14,89% menjadi Rp 95,71 triliun. Untuk pertumbuhan laba sepanjang kuartal I-2019, GGRM mencatatkan pendapatan Rp 26,19 triliun. Angka ini naik 19,15% dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 21,98 triliun. Dari sisi laba bersih, GGRM membukukan laba bersih sebesar Rp 2,35 triliun per kuartal I-2019. Angka ini naik 24,33% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 1,89 triliun.

Mengenai jadwal pembagian dividen Saham GGRM belum ada informasi lebih lanjut.

Sumber : Kontan

trading-saham

Kapan Sebaiknya Membeli Saham

trading-saham

Masing – masing investor memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam menentukan kapan waktu yang tepat membeli saham. Saya pribadi membuat keputusan untuk membeli saham berdasarkan pertimbangan hasil analisa teknikal, fundamental, dan historikal.

Umumnya para trader saham atau para investor saham melakukan pembelian saham pada kondisi :

Nilai Saham Turun

Untuk para investor yang menggunakan momentum pembelian saham pada saat nilai saham turun, umum nya berusaha melakukan buy pada nilai saham terendah menurut estimasi nya. Biasanya usaha ini disebut sebagai buy on weakness. Diharapkan dengan berhasil membeli saham pada nilai terendah, investor dapat memperoleh untung dari transaksi jual pada saat harga saham kembali naik.

Kelebihan dari pembelian saham di waktu nilai saham turun adalah perolehan profit yang lebih besar jika berhasil membeli saham pada titik terendah. Seandainya saja investor berhasil memperoleh saham di nilai terendah, maka saat dijual memiliki potensi keuntungan lebih maksimal.

Kekurangan dari pembelian saham di waktu nilai saham turun adalah apabila terjadi ketidaktepatan estimasi, dan ternyata nilai saham masih turun jauh dari nilai yang dibeli investor. Yang terjadi adalah kemungkinan dana tertahan lebih lama atau mengalami kerugian jika melakukan cut loss di target tertentu. Meski begitu analisa fundamental dan historis dapat menjadi pedoman untuk melakukan hold meskipun saham masih turun.

Nilai Saham Sedang Naik

Membeli saham pada saat saham mulai naik atau sedang naik adalah metode yang paling direkomendasikan bagi para pemula yang baru memasuki dunia investasi saham. Sebaiknya saham dibeli pada hari ke 2 atau ke 3 pada saat saham naik. Tentunya di hari ke 2 dan ke 3 ini saham harus dalam posisi sedang naik.

Membeli saham pada hari pertama saham naik tidak memberikan jaminan bahwa nilai saham akan naik terus pada keesokan harinya. Sebab, bisa saja kenaikan saham terjadi di tengah proses reversal (pembalikan arah sementara). Bila ini yang terjadi, dan keesokannya saham malah lebih jatuh nilainya, dana anda malah tertahan di saham dan harus menunggu saham kembali naik atau melakukan cut loss.

 

Mana yang terbaik dari ke dua pilihan di atas tergantung pada masing-masing trader atau investor saham. Jika anda trader saham pemula, sebaiknya melakukan trading simulasi sebanyak mungkin di samping real trading.

bursa-efek-indonesia

Istilah Dalam Investasi Saham

bursa-efek-indonesia

Dalam bisnis investasi saham, ada berbagai istilah umum yang perlu dipahami untuk mempermudah transaksi trading atau pun investasi saham. Saya coba mengumpulkan beberapa istilah dalam investasi saham yang sering saya temui.

Cash Dividend = pembagian deviden perusahaan berupa uang tunai kepada para pemegang saham

IPO = initial public offering, penawaran perdana penjualan saham. Sederhananya, sebuah perusahaan yang baru mendaftarkan diri di bursa saham, kode saham nya akan segera masuk di bursa. Waktu pertama kali inilah yang disebut sebagai IPO.

Lot = satuan jumlah saham (1 lot = 100 lembar)

Earning Per Share (EPS) = laba bersih per lembar saham suatu perusahaan. Laba ini dihitung dengan cara, laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah seluruh saham yang beredar.

Medium Term Note (MTN) = surat hutang jangka menengah, biasanya 5 sampai 10 tahun. Namun ada juga yang hanya 1 tahun. Keuntungan investor yang membelinya adalah dari suku bunga yang ditawarkan.

Treasury Stock = saham yang dibeli kembali oleh sebuah perusahaan dari peredaran atau pemegang saham di luar perusahaan.

 

Stock Dividend = pembagian keuntungan perusahaan berupa lembar saham kepada para pemegang saham.

 

*) Halaman ini akan saya update terus, jika saya menemukan istilah saham lain yang belum saya tuliskan di sini.

saham

Mengenal Investasi Saham

saham

Saham adalah kepemilikan dari suatu bentuk usaha. Jadi dengan memiliki saham, berarti kita ikut menaruh modal pada suatu jenis badan usaha. Saham tidak terbatas pada sebuah usaha yang didaftarkan pada Bursa Efek saja, tapi saham juga bisa berarti kepemilikan atas suatu usaha dengan perjanjian bersama. Tapi, kali ini saya mau bahas mengenai investasi saham yang didaftarkan di Bursa Efek. Continue reading