Tag Archives: Pasar Saham

trading-saham

Kapan Sebaiknya Membeli Saham

trading-saham

Masing – masing investor memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam menentukan kapan waktu yang tepat membeli saham. Saya pribadi membuat keputusan untuk membeli saham berdasarkan pertimbangan hasil analisa teknikal, fundamental, dan historikal.

Umumnya para trader saham atau para investor saham melakukan pembelian saham pada kondisi :

Nilai Saham Turun

Untuk para investor yang menggunakan momentum pembelian saham pada saat nilai saham turun, umum nya berusaha melakukan buy pada nilai saham terendah menurut estimasi nya. Biasanya usaha ini disebut sebagai buy on weakness. Diharapkan dengan berhasil membeli saham pada nilai terendah, investor dapat memperoleh untung dari transaksi jual pada saat harga saham kembali naik.

Kelebihan dari pembelian saham di waktu nilai saham turun adalah perolehan profit yang lebih besar jika berhasil membeli saham pada titik terendah. Seandainya saja investor berhasil memperoleh saham di nilai terendah, maka saat dijual memiliki potensi keuntungan lebih maksimal.

Kekurangan dari pembelian saham di waktu nilai saham turun adalah apabila terjadi ketidaktepatan estimasi, dan ternyata nilai saham masih turun jauh dari nilai yang dibeli investor. Yang terjadi adalah kemungkinan dana tertahan lebih lama atau mengalami kerugian jika melakukan cut loss di target tertentu. Meski begitu analisa fundamental dan historis dapat menjadi pedoman untuk melakukan hold meskipun saham masih turun.

Nilai Saham Sedang Naik

Membeli saham pada saat saham mulai naik atau sedang naik adalah metode yang paling direkomendasikan bagi para pemula yang baru memasuki dunia investasi saham. Sebaiknya saham dibeli pada hari ke 2 atau ke 3 pada saat saham naik. Tentunya di hari ke 2 dan ke 3 ini saham harus dalam posisi sedang naik.

Membeli saham pada hari pertama saham naik tidak memberikan jaminan bahwa nilai saham akan naik terus pada keesokan harinya. Sebab, bisa saja kenaikan saham terjadi di tengah proses reversal (pembalikan arah sementara). Bila ini yang terjadi, dan keesokannya saham malah lebih jatuh nilainya, dana anda malah tertahan di saham dan harus menunggu saham kembali naik atau melakukan cut loss.

 

Mana yang terbaik dari ke dua pilihan di atas tergantung pada masing-masing trader atau investor saham. Jika anda trader saham pemula, sebaiknya melakukan trading simulasi sebanyak mungkin di samping real trading.

bursa-saham

Pasar Negosiasi, Pasar Reguler Dan Pasar Tunai di Bursa Saham

Di bursa saham ada tiga jenis pasar, yaitu pasar negosiasi, pasar reguler dan pasar tunai. Kalau anda baru mengenal investasi saham. Biasanya istilah yang sering ditemui di situs berita bisnis mengenai pasar di bursa saham adalah pasar negosiasi. Berikut ini perbedaan dari pasar negosiasi, pasar reguler dan pasar tunai di bursa saham.

Pasar Negosiasi

Bentuk pasar negosiasi ini tidak ada di dalam aplikasi trading saham. Pasar ini terbentuk oleh anggota bursa yang menjual dan membeli saham. Biasanya untuk bertransaksi di pasar ini, para investor ataupun trader saham melakukan transaksi melalui pihak broker, tidak secara langsung seperti di dalam aplikasi trading.

Seringkali pasar negosiasi ini dilakukan untuk transaksi saham dalam jumlah tidak bulat (kelipatan 1 lot). Para pembeli saham di pasar negosiasi biasanya juga membeli saham di bawah harga pasar dengan jumlah banyak.

 

Pasar Reguler

Bentuk pasar saham ini bisa dilihat di aplikasi trading saham. Transaksi dianggap selesai setelah 3 hari dari hari proses jual dan beli.

 

Pasar Tunai

Transaksi di pasar ini selesai di hari yang sama dengan transaksi jual beli saham.

 

Baik pasar negosiasi maupun pasar tunai biasa nya jarang digunakan oleh para trader saham. Tapi biasa nya aplikasi trading saham menampilkan informasi transaksi pada ke dua pasar ini.

Di aplikasi trading saham, jika terlihat kode RG, TN dan NG ini berarti informasi transaksi ke tiga pasar tersebut tercantumkan. RG= Pasar Reguler, TN = Pasar Tunai dan NG = Pasar Negosiasi.